Allah itu Tuhan siapa??…..

Apa sama Allahnya islam dengan Kristen???

Artikel ini dibuat atas inspirasi dari artikel yang memuat larangan
menggunakan kata Allah untuk umat Kristen oleh kementrian malaysia
bidang keislaman dan surat terbuka yang dikirim oleh teman kristen
Bambang Noersena dari Kairo yang ditujukan untuk orang –orang yang
seiman (Kristen-red).

Kata Allah untuk umat islam sudah jelas adalah nama yang berdiri
sendiri (proper name ) dari pencipta jagat raya dan makhluk seluruhnya.
Terlepas dari dasar filologi (ilmu bahasa-bahasa serumpun ) yang
dimiliki , karena Al-Qur’an telah menyebutkan dengan jelas dan menyeru
manusia untuk menyembah pencipta makhluq yaitu Allah subhanahu wa
ta’ala, Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (QS 112: 1)

“Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah ar-Rahman. Dengan nama yang
mana saja kamu seru, Dia mernpunyai al-asmaaul husna (nama-nama yang
terbaik) … ” (al-Isra’, 17:110).

Terlepas dari pentafsiaran huruf ALLAH yang merupakan pemadatan dari
kata Al dan ilah (musytaq), umat islam dengan sangat pasti mengenal
kata atau huruf Allah yang terdiri dari huruf- Alif Lam Lam Ha- dari
Al-Qur’an , kata atau huruf Allah tersebut terdapat banyak didalam
Al-qur’an ,sehingga sudah pasti seluruh umat islam ( kaya dan miskin ,
cerdas atau tidak ) bisa mengenal kata Allah sebagai tuhannya. Serta
tentu pula wajib menjaga nama tersebut dari segala fitnah .

Sangat menggelitik perasan, ketika teman kristen Bambang Noersena
mengatakan dalam surat terbukannya:” saya membaca juga keberatan serupa
diajukan oleh seorang Muslim, yang kalau tidak salah dari salah satu
pimpinan Paguyuban Pencak Silat. Ya, tidak perlu ditanggapi. Bagaimana
guru Pencak Silat mengerti keserumpunan bahasa-bahasa Timur Tengah.
Tentu saja, mereka sangat awam untuk berbicara mengenai soal-soal
filologi sepelik ini “.

Seorang pemimpin paguyuban pencak silat “mungkin saja benar “tidak
mengenal filologi seperti yang dikatakan Bambang ,tetapi orang tersebut
sudah mengenal tuhannya huruf demi huruf dari Al-Qur’an , maka wajar
bila seorang pemimpin paguyuban pencak silat tersebut melayangkan
protes,bila nama tuhannya ditulis dalam sebuah kitab yang dikatakan
suci tetapi bukan Al-Qur’an.

Sementara itu pertanyaan besar bagi muslim lainnya akan muncul, apakah
tuhan yang meraka (non muslim ) sebut sama dengan tuhan yang kita
(muslim ) akui ? , kenapa bertanya seperti itu ? karena namanya sama
yaitu Allah !!!.

Tepatlah apa yang dilakukan oleh pemerintah malaysia mengenai larangan
non muslim menggunakan kata Allah , seperti yang dikatakan “Abdullah
Zin kepada pers bahwa kabinet telah menyetujui bahwa kata itu (Allah)
hanya boleh digunakan oleh Muslim. Zin berkata, kabinet menyepakati
bahwa kata “Allah”, mengacu pada Tuhan Muslim dan hanya bisa digunakan
oleh umat Muslim, yang terdiri dari 60 persen dalam populasi Malaysia.
[Lebih lanjut disebutkan pada] bulan desember lalu, sebuah majalah
Katolik di Malaysia, mengatakan pemerintah Malaysia telah memperbarui
keputusannya dengan pelarangan penggunaan kata ”Allah” dalam tulisan
media Kristen. Pemerintah sendiri mengeluarkan larangan ini dimaksudkan
untuk menghindari terjadinya konflik rasial di Negara Jiran itu.

Dari segi keamanan larangan tersebut untuk menjaga konflik horizontal
(pertentangan sesama manusia ). Namun sesungguhya larangan tersebut
untuk mempertegas siapa sebenarnya tuhan umat islam itu?.

Didalam surat terbuka Bambang Noersena yang ditujukan untuk umat yang
seiman dengannya , nampak adanya indikasi konflik ditubuh umat kristen
sendiri tentang penggunaan kata Allah . Bambang mengajukan
inskripsi-inskripsi kuno sebagai data pendukung dalam argumentasi
dengan kaum kristen lain yang menentang menggunakan istilah Allah .Hal
serupa dilakukan bambang dengan mengajukan dalil Al-Qur’an tentang
penggunaan Kata Allah dalam QS 22:40 yang ditujukan kepada seorang
pepimpin paguyuban pencak silat yang dianggapnya tidak mengetahui
sejarah . Berikut kutipannya ,”Bagaimana mungkin muslimin melarang umat
kristen menggunakan istilah Allah untuk tuhannya (kristen), bila QS 22
: 40 mengandung [sinyalemen bahwa] kata Allah adalah tuhan untuk agama
Yahudi ,Nasrani dan Islam .

Merujuk dalil yang disebutkan Bambang QS Al-Hajj ayat 40 , berbunyi ,
“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka
tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami
hanyalah Allah.” Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian
manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan
biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan
masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Sangat menarik, dalil yang diajukan oleh bambang tersebut di atas , dia
hanya melihat redaksional semata tanpa melihat latar belakang sejarah
dari ayat –ayat Al-Qur’an .

Ayat ini berada dalam Surat yang dinamakan Al-Hajj karena surat ini
mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadat haji, seperti
ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar
Allah. Ditegaskan bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan di masa
Nabi Ibrahim a.s., dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim a.s. bersama
puteranya Ismail a.s. Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di
antara surat- surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari,
dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang
diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada
yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan
perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang
mutasyabihaat.

Ayat Al-Hajj 40 ,yang dimaksud turun dalam kondisi perang antara orang
muslim melawan musrikin Arab . Perlu dicatat, di sana (Mekah-madinah
/Arab) terdapat para pengungsi bangsa Yahudi, beberapa abad kemudian,
memperkenalkan agamanya pada masa pengasingan orang¬orang Babilonia.
Mereka kemudian menetap di Yathrib (Madinah sekarang), Khaebar, Taima’,
dan Fadak pada tahun 587 sebelum masehi dan tahun 70 Masehi. Suku
bangsa Nomad terus mengalami perubahan. Suku bangsa Tha ‘liba dari
keturunan Qahtan juga tinggal di Madinah. Sebagian bangsa yahudi
keturunan Ibrahim dari ishak yang berada dizajirah Arabia sebelum
datangnya islam masih mengamalkan kemurnian ketauhidan tentang Tuhan
,akan tetapi penyimpangan bentuk ibadah yang mereka lakukan menjadikan
mereka berada dalam katagori musyrik ..Adapun kenalnya orang Arab
jahiliyah terhadap nama Allah SWT, karena dahulu ada nabi Ibrahim dan
puteranya Ismail alaihiwassalam di negeri itu. Bahkan mereka masih
setia datang berhaji setiap tahun keliling baitullah. Mereka memang
menyebut Ka’bah dengan istilah baitullah (rumah Allah). Bedanya, cara
manasik haji mereka sudah jauh menyimpang. Misalnya, mereka thawaf
keliling ka’bah dengan bersiul dan bertepuk sambil telanjang tanpa
busana.

Maka Allah SWT mencelanya dengan sabdaNYA ,”Sembahyang mereka di
sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.
Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. (QS. Al-Anfal: 35)

Hingga pada warakah yang beragama nasrani (ahlul kitab) yang masih
mempercayai keutuhan ketauhidan bahwa tuhan itu esa Allah yang tidak
beranak dan tidak diperanakan. Serta percaya tentang nubuat yang
tetulis dalam kitab pada masa itu .

Mereka kaum yahudi & nasrani yang memepercayai Allah namun
melakukan penyimpangan dalam bentuk ibadah yang disebut ahlul kitab ,
tidak pantas diusir dengan hanya beralasan mereka meyebut kata Allah
walau masuk dalam katagori musrikin . Surat Al-Hajj disana tidak
bermakna PLURARISME, melainkan sebagai bentuk peringatan bahwa pada
situsai tertentu golongan penganut keyakinan ibrahim dan isa (jesus)
terancam oleh sebagian sahabat yang berangganggapan bahwa ahlul kitab
adalah suatu komunitas yang menyimpang . Komunitas ahlul kitab (yahudi
dan nasrani) itu berada pada paruh waktu antara kedatangan islam dan
akhir dari ketidak pastian ajaran yahudi dan nasrani , bisa dikatakan
bahwa ahlul kitab pada masa nabi Muhammad sebagian ada yang bertauhid “
tidak ada Tuhan Selain Allah “. Tetapi melakukan praktek yang
menyimpang dari segi ibadah .

Orang Arab sesungguhnya telah mengenal Allah SWT jauh sebelum kelahiran
nabi Muhammad SAW. Sebab Al-Quran sendiri yang menegaskan bahwa
musyrikin Arab itu kenal betul bahwa tuhan mereka adalah Allah SWT.
Dalam salah satu ayat Al-Quran digambarkan bagaimana pengakuan orang
Arab jahiyah terhadap keberadaan Allah SWT.

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang
menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu
mereka akan menjawab, “Allah”, maka betapakah mereka (dapat)
dipalingkan (dari jalan yang benar)”. (QS Al-Ankabut: 61)

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, “Siapakah yang
menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi
sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah,
“Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami
(nya). (QS Al-Ankabut: 23)

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, “Siapakah yang
menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah..”
Katakanlah, “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui. (QS Luqman: 25)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, “Siapakah yang
menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab, “Allah.”
Katakanlah, “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru
selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku,
apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau
jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan
rahmat-Nya? Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku.” Kepada-Nya lah
bertawakal orang-orang yang berserah diri. (QS Az-Zumar: 38)

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, “Siapakah yang
menciptakan mereka,” niscaya mereka menjawab, “Allah”, maka
bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)? (QS
Az-Zukhruf: 87)

Dari lima ayat Al-Quran di atas yang menceritakan keyakinan orang Arab
musyrikin jahilyah, kita tahu bahwa mereka ternyata punya keyakinan
tentang keberadaan Allah SWT. Bahkan bukan sekedar yakin atas
keberadaan-Nya, mereka pun mengakui bahwa yang menciptakan langit dan
bumi, memberikan rizki, menurunkan hujan, menundukkan matahari dan
bulan adalah Allah SWT.

Adalah merupakan tugas Muhammad SAW bukan mengenalkan keberadaan Allah
SWT, sebab mereka sudah kenal Allah. Tugas beliau juga bukan untuk
menerangkan bahwa Allah SWT adalah tuhan yang menciptakan langit dan
bumi, sebab mereka sudah tahu. Tugas beliau adalah memastikan bahwa
ketika mereka hanya menyembah Allah SWT saja yang Esa, tanpa adanya
tuhan-tuhan lain serta konsep tuhan lainnya yang disembah bersama-Nya.
Sehingga motto dakwah beliau adalah: LAA ILAAHA ILLALLAH, yaitu tidak
ada tuhan yang patut disembah dengan haq kecuali hanya Allah saja.

Walhasil, agama yang dibawa nabi Muhammad SAW memang mewajibkan
penghancuran semua berhala baik yang nyata maupun yang tersembunyi oleh
konsep teologi dan filosofi, juga menafikan semua undang-undang,
sistem, agama, ideologi dan peraturan yang bersumber dari selain Allah
SWT. Seorang tidak dikatakan muslim sebelum dia mengakui tidak ada
tuhan selain Allah, dan tidak ada hukum selain hukum yang Allah
turunkan.

Sekiranya kaum diluar islam merasa benar tentang penggunaan nama tuhan
dengan sebutan ALLAH , maka syariat dan jalan mengenal tuhan serta
ibadah padanya harus sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Allah
Subhanu wa ta’ala

Islam lebih jelas dalam menerangkan antara sebutan Tuhan dengan konsep
ketuhanan dan bentuk ibadahnya. Maka dari itu sesungguhnya Tuhan Umat
islam adalah Allah swt yang mengajarkan cara menyebut dan melakukan
tata cara menyembahnya , sesuai dengan firmannya dalam kitab Allah SWT.
Al-Qur’annul karim . Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah
adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Dia tiada
beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang
setara dengan Dia. (swaramuslim.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: